• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News bali
Selasa, 3 Februari 2026
Antara News bali
Antara News bali
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Prabowo saat buka Rakornas: Rakyat dambakan pemimpin jujur dan adil

      Prabowo saat buka Rakornas: Rakyat dambakan pemimpin jujur dan adil

      Senin, 2 Februari 2026 13:03

      Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Usai dari Swiss, Prabowo terbang ke Paris dan dijamu Macron di Istana lyse

      Sabtu, 24 Januari 2026 6:27

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Prabowo kunjungi IKN beri koreksi soal desain

      Selasa, 13 Januari 2026 20:37

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Sekda Denpasar: Disiplin dan kinerja baik jadi resolusi tahun baru

      Selasa, 6 Januari 2026 5:45

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Pemkab Badung perkuat tata kelola ruang untuk cegah bencana

      Minggu, 14 September 2025 22:04

  • Updates
    • BGN atur bahan baku MBG jelang Ramadhan

      BGN atur bahan baku MBG jelang Ramadhan

      Senin, 2 Februari 2026 20:56

      Gunung Semeru kembali erupsi, tinggi letusan 1 kilometer

      Gunung Semeru kembali erupsi, tinggi letusan 1 kilometer

      Jumat, 30 Januari 2026 8:56

      Akademisi ungkap penularan virus Nipah di RI masih terdeteksi pada kelelawar

      Akademisi ungkap penularan virus Nipah di RI masih terdeteksi pada kelelawar

      Kamis, 29 Januari 2026 18:16

      Antisipasi virus Nipah, Karantina Denpasar waspadai rute penerbangan dari India

      Antisipasi virus Nipah, Karantina Denpasar waspadai rute penerbangan dari India

      Kamis, 29 Januari 2026 18:04

      Siapkan payung, BMKG prakirakan Denpasar hujan ringan Kamis ini

      Siapkan payung, BMKG prakirakan Denpasar hujan ringan Kamis ini

      Kamis, 29 Januari 2026 7:21

  • Ekonomi
    • Pemkab Bangli Bali ciptakan program kerja perkuat kebijakan nasional

      Pemkab Bangli Bali ciptakan program kerja perkuat kebijakan nasional

      Senin, 2 Februari 2026 22:26

      DPRD sidak KEK Kura-Kura Bali cek perubahan fungsi Tahura

      DPRD sidak KEK Kura-Kura Bali cek perubahan fungsi Tahura

      Senin, 2 Februari 2026 22:06

      Selama Januari 2026, Bali alami deflasi 0,34 persen

      Selama Januari 2026, Bali alami deflasi 0,34 persen

      Senin, 2 Februari 2026 20:43

      Pansus TRAP evaluasi pembangunan Marina KEK Kura-Kura Bali

      Pansus TRAP evaluasi pembangunan Marina KEK Kura-Kura Bali

      Senin, 2 Februari 2026 18:34

      Produksi migas di Indonesia tembus 1,03 juta barel per hari 2025

      Produksi migas di Indonesia tembus 1,03 juta barel per hari 2025

      Senin, 2 Februari 2026 12:38

  • Humaniora
    • "Child grooming" manipulatif dan berbahaya bagi anak

      "Child grooming" manipulatif dan berbahaya bagi anak

      Senin, 2 Februari 2026 20:51

      Beasiswa SMA dan sarjana untuk anak petani bakal tersedia di Badung Bali

      Beasiswa SMA dan sarjana untuk anak petani bakal tersedia di Badung Bali

      Senin, 2 Februari 2026 20:44

      Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

      Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

      Senin, 2 Februari 2026 18:46

      Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

      Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

      Senin, 2 Februari 2026 7:27

      Kampanye program Mahasiswa Berdampak di Undiksha Singaraja

      Kampanye program Mahasiswa Berdampak di Undiksha Singaraja

      Senin, 2 Februari 2026 6:57

  • Pariwisata
    • Menengok desa wisata tetangga Bali, Desa Kemiren Banyuwangi

      Menengok desa wisata tetangga Bali, Desa Kemiren Banyuwangi

      Senin, 2 Februari 2026 7:15

      Pemprov Bali perkuat kerja sama pariwisata dengan Inggris

      Pemprov Bali perkuat kerja sama pariwisata dengan Inggris

      Sabtu, 31 Januari 2026 14:34

      Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

      Kemenpar: Kami tunggu kebijakan Kemenkes soal Nipah sebelum ambil langkah

      Jumat, 30 Januari 2026 15:09

      Legislator: Sport & Wellness Tourism jadi peluang baru pariwisata di Bali

      Legislator: Sport & Wellness Tourism jadi peluang baru pariwisata di Bali

      Jumat, 30 Januari 2026 14:38

      Bupati Badung dialog dengan warga cari solusi rekayasa lalin pariwisata

      Bupati Badung dialog dengan warga cari solusi rekayasa lalin pariwisata

      Selasa, 27 Januari 2026 21:48

  • Fokus Hoax
    • Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Hoaks! Video Purbaya mengatakan menolak dijadikan wapres

      Senin, 12 Januari 2026 7:25

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Pakar komunikasi bagikan kiat tak terjebak hoaks pada Pemilu 2024

      Minggu, 3 Desember 2023 22:19

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Menkominfo minta masyarakat tak terhasut hoaks soal bentrokan di Bitung

      Minggu, 26 November 2023 15:28

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Dukungan kurikulum pendidikan jangka panjang diperlukan untuk tangkal hoaks jelang pemilu

      Rabu, 15 November 2023 21:16

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Kemenkominfo ingatkan penyebar hoaks Pemilu 2024 bisa di penjara

      Jumat, 27 Oktober 2023 16:49

  • Olahraga
    • Inter Milan kandaskan Cremonese 2-0

      Inter Milan kandaskan Cremonese 2-0

      Senin, 2 Februari 2026 7:08

      Juventus tundukkan Parma 4-1 Liga Italia

      Juventus tundukkan Parma 4-1 Liga Italia

      Senin, 2 Februari 2026 7:05

      Arsenal pesta gol lawan Leeds 4-0

      Arsenal pesta gol lawan Leeds 4-0

      Minggu, 1 Februari 2026 7:19

      Barcelona melesat di puncak klasemen Liga Spanyol

      Barcelona melesat di puncak klasemen Liga Spanyol

      Minggu, 1 Februari 2026 7:15

      AS Roma lolos 16 besar usai imbang 1-1 lawan Panathinaikos di Liga Europa

      AS Roma lolos 16 besar usai imbang 1-1 lawan Panathinaikos di Liga Europa

      Jumat, 30 Januari 2026 9:15

  • Taksu
    • Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Jadwal Sidang Isbat awal Ramadhan pada 17 Februari 2026

      Kamis, 29 Januari 2026 15:31

      PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

      PHDI pastikan legalitas usai menang gugatan ke-10

      Minggu, 25 Januari 2026 13:59

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Tokoh lintas agama di Bali berdoa untuk Nusantara

      Minggu, 18 Januari 2026 13:27

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Isra Miraj momentum tingkatkan kualitas spiritual

      Kamis, 15 Januari 2026 9:40

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Kemenag dukung pemerataan layanan pendidikan Hindu

      Jumat, 9 Januari 2026 20:44

  • Artikel
    • Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Menengok produksi kaki palsu yang digarap penyandang disabilitas di Bali

      Selasa, 20 Januari 2026 15:54

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Pertamina Patra Niaga perkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud

      Jumat, 5 Desember 2025 16:54

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Mengintip ruang Sidang Majelis Umum PBB, panggung pidato Prabowo

      Minggu, 21 September 2025 19:14

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Bali percepat payung hukum lembaga baru penuntas perkara di desa adat

      Rabu, 20 Agustus 2025 15:44

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Pengembangan satuan TNI, dari Kopassus, Marinir, hingga Kopasgat

      Minggu, 10 Agustus 2025 10:28

  • Seni dan Hiburan
    • Padi Reborn bawa nostalgia di konser Dua Delapan

      Padi Reborn bawa nostalgia di konser Dua Delapan

      Minggu, 1 Februari 2026 7:22

      Polisi selidiki asal "whip pink" di apartemen Lula Lahfah

      Polisi selidiki asal "whip pink" di apartemen Lula Lahfah

      Sabtu, 31 Januari 2026 8:02

      Lisa Blackpink syuting di Kota Tua Jakarta, polisi rekayasa lalu lintas

      Lisa Blackpink syuting di Kota Tua Jakarta, polisi rekayasa lalu lintas

      Kamis, 29 Januari 2026 19:38

      Demi Caper, berat badan Amanda Manopo naik 14 kg

      Demi Caper, berat badan Amanda Manopo naik 14 kg

      Kamis, 29 Januari 2026 19:11

      Film Para Perasuk berlaga di Sundance Film Festival 2026

      Film Para Perasuk berlaga di Sundance Film Festival 2026

      Selasa, 27 Januari 2026 7:50

  • Foto
    • Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Konser amal Hey 42th Slank, solidaritas untuk Sumatra

      Minggu, 28 Desember 2025 9:32

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Perkembangan pembangunan Taman Teknologi Komunikasi Turyapada Tower

      Sabtu, 27 Desember 2025 21:53

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Smart City Bali berbasis Road Safety Policing

      Kamis, 18 Desember 2025 5:42

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Prediksi jumlah penumpang akhir tahun di Bandara Bali

      Kamis, 18 Desember 2025 5:37

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Kamis, 18 Desember 2025 5:33

  • Video
    • DPRD Bali inspeksi sejumlah area KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan

      DPRD Bali inspeksi sejumlah area KEK Kura-Kura Bali di Pulau Serangan

      Selasa, 3 Februari 2026 0:15

      Tiga WN Australia dituntut belasan tahun penjara atas kasus penembakan

      Tiga WN Australia dituntut belasan tahun penjara atas kasus penembakan

      Senin, 2 Februari 2026 22:51

      Pemerintah tegaskan strategi nasional perlindungan laut dan pesisir

      Pemerintah tegaskan strategi nasional perlindungan laut dan pesisir

      Sabtu, 31 Januari 2026 20:09

      Pertemuan CSA ke-30, jaga sumber daya tuna di Samudera Hindia

      Pertemuan CSA ke-30, jaga sumber daya tuna di Samudera Hindia

      Jumat, 30 Januari 2026 23:17

      Indonesia soroti perlindungan laut dan pariwisata berkelanjutan

      Indonesia soroti perlindungan laut dan pariwisata berkelanjutan

      Jumat, 30 Januari 2026 18:53

  • English

Dedolarisasi menguat lagi

Jumat, 24 Februari 2023 9:31 WIB

Dedolarisasi menguat lagi

Foto arsip - Seorang wanita memegang lembaran uang kertas dolar AS pada 30 Mei 2022. (REUTERS/DADO RUVIC)

Jakarta (ANTARA) - Perusahaan-perusahaan India saat ini cenderung meminjam Rupee dari perbankan dalam negeri, ketimbang dari pasar uang luar negeri.

Tren ini terjadi karena bunga meminjam Rupee 100-150 basis poin lebih rendah dibandingkan bunga pinjaman berdenominasi Dolar AS.

Akibat lebih jauh dari kecenderungan ini adalah perusahaan-perusahaan India menjadi berusaha menggantikan utang berbentuk Dolar AS dengan Rupee.

Menurut laporan Reuters, belum lama ini, ketika bunga pinjaman dalam bentuk Dolar AS naik sampai 275-375 basis poin, bunga di pasar obligasi domestik India hanya naik 150 basis poin.

Tidak heran perusahaan-perusahaan India lebih mencari pinjaman dari dalam negeri dari pada di pasar luar negeri.

Ini konsekuensi logis dari dinamika pasar yang selalu berusaha mencari risiko lebih rendah. Namun, ini juga makin mendorong upaya tak lagi tergantung kepada Dolar AS yang biasa disebut dedolarisasi.

Konsep ini mengemuka ketika terjadi krisis moneter 1998 manakala sistem perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia, ambruk dihantam krisis akibat selisih kurs yang dalam yang menghantam seluruh aktivitas ekonomi untuk kemudian menciptakan gejolak politik dan sosial.

Dedolarisasi mengemuka lagi setelah Amerika Serikat menggunakan dolar sebagai senjata untuk mengikis kemampuan Rusia dalam membiayai perang di Ukraina. Upaya menjadikan mata uang atau aspek-aspek keuangan sebagai senjata politik seperti ini disebut "weaponisasi keuangan".

Kali ini, AS mengusir Rusia dari jaringan SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication), sehingga tak bisa mendapatkan dolar untuk membiayai impor dan kesulitan membayar kewajiban internasionalnya sampai berulang kali terancam default atau gagal bayar utang.

SWIFT adalah jaringan pengiriman pesan yang digunakan bank dan lembaga keuangan di dunia untuk mengirimkan dan menerima informasi transaksi secara cepat dan aman.

Sayang, langkah AS ini membuat beberapa negara yang tak ada kaitannya dengan perang di Ukraina, menjadi kian khawatir jika terus tergantung kepada dolar.

Negara-negara, seperti Arab Saudi yang terbiasa menyimpan dan melindungi aset mereka dalam Dolar AS karena dianggap lebih aman, kini mempertimbangkan menerima mata uang selain Dolar AS dari pembeli minyak negara kerajaan itu.

Seruan paling nyaring dipekikkan oleh lima negara yang tergabung dalam BRICS (Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan).

Agustus tahun ini BRICS akan menggelar pertemuan tahunan di Durban, Afrika Selatan. Salah satu agendanya adalah membahas mata uang alternatif untuk Dolar AS.


Asal usul dolar jadi patokan

Meskipun Amerika Serikat merdeka pada 4 Juli 1776, Dolar AS seperti dikenal dunia saat ini baru dicetak pada 1914, setahun setelah negara ini membentuk Federal Reserve yang lalu menjadi standar untuk kebanyakan bank sentral di dunia.

Sepuluh tahun setelah Federal Reserve pertama kalinya mencetak pecahan 10 dolar bergambar Andrew Jackson yang merupakan presiden ketujuh Amerika, dolar resmi menjadi alat tukar global, tetapi pemakaiannya belumlah luas.

Dolar AS sebagai mata uang global baru dikenal pada 1944 saat dunia tengah diliputi Perang Dunia Kedua.

Seperti pada Perang Dunia Pertama, AS aktif memasok senjata dan barang ke negara-negara Eropa yang menjadi sekutunya dalam Perang Dunia Kedua. Eropa membayar AS dengan emas.

Saat itu standar nilai tukar adalah emas sampai dikenal istilah "gold standard" yang lalu menjadi kiasan yang dipakai lebih dari sekadar terminologi ekonomi.

Lama kelamaan AS mengakumulasi emas Eropa. Sebaliknya, stok emas Eropa menipis. Situasi ini menimbulkan persoalan dalam standar nilai tukar di mana Eropa menjadi amat dirugikan jika terus memakai emas.

Sebanyak 44 negara Sekutu lalu bertemu di Bretton Wood, New Hampshire, Amerika Serikat, pada 1944. Salah satu hasil pertemuan ini menghasilkan sebuah sistem nilai tukar yang tidak boleh merugikan siapa pun.

Mengingat posisi emas AS dan Eropa sudah tak seimbang, maka standar emas tak bisa dipakai.

Sebagai gantinya, mereka mengadopsi Dolar AS, apalagi nilai tukar mata uang ini sendiri dipatok terhadap emas. Negara-negara itu lalu sepakat mematok nilai mata uang mereka kepada Dolar AS.

Selama beberapa tahun kemudian negara-negara di dunia ramai membeli surat utang terbitan pemerintah AS karena dolar dianggap tempat paling aman untuk menyimpan modal dan aset.

Kecenderungan itu membesar dari tahun ke tahun, sehingga AS mesti terus mencetak dolar yang jika tak terkendalikan bisa buruk akibatnya terhadap stabilitas dolar sendiri.

Skenario buruk itu membesar manakala AS menceburkan diri dalam Perang Vietnam pada 1960-an. Perang ini menyita sumber daya ekonomi AS, sehingga anggaran mengalami defisit.

Para pemegang dolar di seluruh dunia menjadi semakin khawatir karena situasi ekonomi di AS menjadi lebih rentan yang akibatnya bisa merongrong stabilitas dolar.

Para pemegang Dolar AS itu lalu mengonversi cadangan Dolar AS mereka dengan emas.

Situasi ini membuat Richard Nixon, yang saat itu Presiden Amerika Serikat, melakukan intervensi dengan memutus pematokan dolar kepada emas.

Hasilnya, lahirlah rezim nilai tukar mengambang yang terlihat lebih adil, seperti dikenal sampai kini.


Mesti dibuktikan lagi

Namun, beberapa masa kemudian, Dolar AS tak lagi sekadar nilai tukar, terutama sejak krisis moneter 1998, yang juga menimpa Indonesia.

Krisis ini menciptakan kejatuhan nilai aset, baik swasta maupun negara, yang melahirkan krisis hebat dan memicu gejolak politik serta sosial, kendati pengelolaan ekonomi yang buruk oleh sebagian penguasa menjadi faktor yang tak bisa dikesampingkan.

Di satu sisi, keadaan ini mengakhiri kediktatoran, seperti terjadi di Indonesia. Di sisi lain, hal itu juga memunculkan gagasan untuk tak terlalu tergantung kepada dolar, termasuk mendiversifikasi denominasi aset dengan mata uang selain Dolar AS.

Ternyata, langkah-langkah seperti ini pun tak kunjung meruntuhkan hegemoni dolar.

Menurut harian terkemuka Financial Times baru-baru ini, 60 persen transaksi internasional masih menggunakan dolar AS. Hanya 20 persen menggunakan Euro, sedangkan porsi renminbi China lebih kecil lagi, cuma tiga persen.

Meskipun demikian, realitas itu tak mematikan gagasan dedolarisasi yang menguat lagi akibat perang di Ukraina setelah Amerika Serikat menjadikan dolar sebagai senjata untuk mengamputasi kemampuan Rusia dalam membiayai perang di Ukraina.

Rusia sendiri adalah pihak yang paling bersemangat melancarkan dedolarisasi. Setelah itu China, India, Brazil dan Afrika Selatan.

Kelima negara itu berusaha lebih serius lagi menggarap isu ini dalam KTT BRICS di Afrika Selatan empat bulan nanti.

Entah ini berhasil atau tidak, atau cuma retorika sesaat atau memang tekad kuat membangun arsitektur ekonomi global yang lebih adil, masih harus dibuktikan lagi.

Namun, menjadikan mata uang yang sudah didaulat sebagai nilai tukar global sebagai senjata politik untuk kepentingan segelintir negara adalah memang prilaku tidak adil, sehingga harus dikoreksi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dedolarisasi mengencang lagi

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor : Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



  • Whatsapp
  • facebook
  • twitter
  • email
  • pinterest
  • print

Berita Terkait

Kantor Zelenskyy: Ukraina siap dialog jika Rusia setuju gencatan senjata

Kantor Zelenskyy: Ukraina siap dialog jika Rusia setuju gencatan senjata

12 Maret 2025 14:33

Trump-Vance permalukan Zelenskyy, akankah Amerika-Ukraina pecah kongsi ?

Trump-Vance permalukan Zelenskyy, akankah Amerika-Ukraina pecah kongsi ?

1 Maret 2025 10:17

Amerika Serikat desak Rusia akhiri perang di Ukraina, ancam berikan sanksi

Amerika Serikat desak Rusia akhiri perang di Ukraina, ancam berikan sanksi

23 Januari 2025 14:47

Rupiah pada Kamis melemah di tengah memanasnya konflik Ukraina dan Rusia

Rupiah pada Kamis melemah di tengah memanasnya konflik Ukraina dan Rusia

21 November 2024 11:47

NATO kirim pesan ke Rusia berisi dukungan terhadap Ukraina

NATO kirim pesan ke Rusia berisi dukungan terhadap Ukraina

8 Juni 2024 11:48

Zelenskyy sebut hal yang absurd Rusia ketuai Dewan Keamanan PBB

Zelenskyy sebut hal yang absurd Rusia ketuai Dewan Keamanan PBB

3 April 2023 04:34

Rusia kecam rekomendasi IOC soal partisipasi atlet netral

Rusia kecam rekomendasi IOC soal partisipasi atlet netral

30 Maret 2023 09:44

Delegasi ADM G20 di Yogyakarta cari solusi dampak konflik Rusia-Ukraina

Delegasi ADM G20 di Yogyakarta cari solusi dampak konflik Rusia-Ukraina

29 Juli 2022 05:50

Terpopuler

Dinsos Bali pulangkan belasan orang terlantar ke asalnya di awal tahun

Dinsos Bali pulangkan belasan orang terlantar ke asalnya di awal tahun

Ada bansos Rp3 juta untuk lansia di atas 75 tahun di Badung, Bali

Ada bansos Rp3 juta untuk lansia di atas 75 tahun di Badung, Bali

Bupati Badung minta OPD gali potensi pendapatan daerah

Bupati Badung minta OPD gali potensi pendapatan daerah

Harga Emas Antam hari ini anjlok Rp260 ribu

Harga Emas Antam hari ini anjlok Rp260 ribu

Pemkab Badung raih opini kualitas tertinggi tanpa maladministrasi

Pemkab Badung raih opini kualitas tertinggi tanpa maladministrasi

Top News

  • JPU tuntut dua WNA Australia 18 tahun penjara kasus pembunuhan di Bali

    JPU tuntut dua WNA Australia 18 tahun penjara kasus pembunuhan di Bali

    5 jam lalu

  • Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

    Gubernur Koster respons teguran Presiden dengan bentuk satgas kebersihan pantai

    6 jam lalu

  • Indonesia prihatin mendalam Israel serang Gaza, tempuh jalur Dewan Perdamaian

    Indonesia prihatin mendalam Israel serang Gaza, tempuh jalur Dewan Perdamaian

    12 jam lalu

  • Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

    Gubernur Koster: Papan nama usaha harus gunakan aksara Bali!

    17 jam lalu

  • Tradisi kentongan dari kayu (kulkul) di Bangli dihidupkan lagi ajak warga bersih-bersih

    Tradisi kentongan dari kayu (kulkul) di Bangli dihidupkan lagi ajak warga bersih-bersih

    1 Februari 2026 17:56

Antara News bali
bali.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Top News
  • Terkini
  • RSS
  • Twitter
  • Facebook
  • Updates
  • Business
  • Education
  • Tourism
  • Fokus Hoax
  • Sports
  • Taksu
  • Spectrum
  • Entertainment
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA