Gunung Kidul (Antara Bali) - Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggalakkan pemanfaatan teknologi informatika dalam pemasaran pariwisata.
"Dengan teknologi informatika calon wisatawan baik wisatawan nusantara maupun asing dapat mengakses informasi tentang pariwisata secara cepat," kata Bupati Gunung Kidul Badingah, Selasa.
Bupati mengatakan metode pemasaran yang selama ini dilaksanakan melalui media cetak maupun elektronik sangat terbatas pada tingkat regional dan lokal.
Selain itu, metode seperti ini sudah harus dikurangi mengingat, program pemerintah Gunung Kidul yakni pengembangan pariwisata Gunung Kidul untuk nasional dan internasional.
"Kami berharap, dengan teknologi informatika dapat menjangkau tingkat nasional bahkan internasional. Dengan TI ini, pemasarannya tidak terbatas," kata dia.
Selain itu, kata Bupati, Disbudpar Gunung Kidul akan menggencarkan promosi dengan membuka jaringan kerja sama dengan tingkat DI Yogyakarta, maupun tingkat Jawa Tengah. (IGT/T007)
"Dengan teknologi informatika calon wisatawan baik wisatawan nusantara maupun asing dapat mengakses informasi tentang pariwisata secara cepat," kata Bupati Gunung Kidul Badingah, Selasa.
Bupati mengatakan metode pemasaran yang selama ini dilaksanakan melalui media cetak maupun elektronik sangat terbatas pada tingkat regional dan lokal.
Selain itu, metode seperti ini sudah harus dikurangi mengingat, program pemerintah Gunung Kidul yakni pengembangan pariwisata Gunung Kidul untuk nasional dan internasional.
"Kami berharap, dengan teknologi informatika dapat menjangkau tingkat nasional bahkan internasional. Dengan TI ini, pemasarannya tidak terbatas," kata dia.
Selain itu, kata Bupati, Disbudpar Gunung Kidul akan menggencarkan promosi dengan membuka jaringan kerja sama dengan tingkat DI Yogyakarta, maupun tingkat Jawa Tengah. (IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.