Banda Aceh (Antara Bali) - Seluruh lembaga adat di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, diminta untuk menghidupkan dan mengembangkan budaya lokal agar tidak menghilang pada generasi mendatang.

"Kami meminta peran lembaga adat untuk berperan aktif menghidupkan seni dan budaya daerah, dipelajari dan dilestarikan agar tidak terdegradasi pada generasi Aceh selanjutnya," kata Wakil Bupati Aceh Barat Rachmad Fitri HD di Meulaboh, Minggu.

Di sela menyampaikan kata sambutan pada pagelaran pentas seni dan budaya di RRI Meulaboh, Rachmad menyebutkan seni dan budaya lokal merupakan salah satu objek wisata budaya yang bernilai ekonomis untuk menarik minat pengunjung.

Selain itu, pelestarian seni dan budaya demikian dapat menggugah semua pihak mencintai budaya daerah serta meningkatkan kreaktivitas seniman Aceh dalam menampilkan kebolehannya secara berkelanjutan.

"Budaya merupakan aset yang tak ternilai harganya, karena ini turunan nenek moyang ribuan tahun lalu dan tugas kita adalah melestarikannya sampai kepada generasi selanjutnya," imbuhnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dukungan Pemkab Aceh Barat pada program 2013 memuat dalam setahun ada satu "bulan seni budaya" yang merupakan agenda rutin mesti dilaksanakan sebagai upaya pelestarian kebudayaan Aceh.

Kata dia, hal tersebut merupakan salah satu visi dan misi Pemkab Aceh Barat meningkatkan peran pemuda, perempuan dan lembaga adat dalam pembangunan daerah ke depan agar lebih maju. (LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026