Perolehan devisa tersebut menurun 8,59 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 387,24 juta dolar AS, kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, berkurangnya perolehan devisa tersebut erat kaitan masih lesunya perekonomian negara tujuan pengapalan matadagangan dari Bali.
Penurunan itu terjadi pada hampir sebagian besar matadagangan hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga yang menjadi tulang punggung perolehan ekspor non migas Pulau Dewata.
Ketut Teneng menambahkan, hasil industri kecil merosot 24,24 persen dari 152,13 juta dolar AS selama Januari-September 2011 menjadi 115,25 juta dolar AS pada periode yang sama 2012.(*/ADT)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.