"Penutupan program studi (prodi) akan menjadi salah satu opsi jika aksi tawuran kerap terjadi dan pihak kampus tetap membiarkan hal tersebut," tegas Mendikbud didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo di Makassar, Jumat.
Tawuran yang terjadi di kampus Universitas Negeri Makassar itu melibatkan dua fakultas yakni Fakultas Teknik dan Fakultas Seni dan Bahasa (FBS).
Insiden tawuran yang kerap terjadi antara kedua fakultas itu menjadi perhatian khusus dari Mendikbud, apalagi tim khusus telah dibentuknya untuk melakukan penyelidikan dan mencari fakta kenapa mahasiswa dari kedua fakultas itu sering bertikai.
Bahkan mantan rektor ini mengaku jika kebijakan yang menyediakan beberapa opsi akan segera diberlakukan di semua kampus di Indonesia yang sering terlibat pertikaian.
Opsi yang akan diambilnya yakni melarang pihak kampus untuk menerima mahasiswa baru, meskipun program studinya tetap terbuka. Jika pertikaian masih berlanjut, maka penutupan program studi akan menjadi keputusan akhir walaupun peminat dari fakultas itu cukup besar.
"Sanksinya tidak akan menerima mahasiswa baru meskipun prodinya tetap ada. Biarkan saja prodi tersedia tanpa mahasiswa hingga akhirnya prodi itu ditutup agar menghindari perkelahian maut," kata M Nuh.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.