Denpasar (Antara Bali) - Balai Pengelolaan Hutan Bakau (mangrove) salah satu unit pelaksana teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), akan melatih guru dari berbagai jenjang pendidikan mengenai pentingnya upaya pelestarian dan pengembangan hutan bakau.
"Pelatihan tersebut akan dilaksanakan dalam tahun 2010 dan perencanaannya sudah dirancang secara mantap," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Buana di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut melibatkan guru-guru Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU) terutama yang berlokasi di daerah pesisir pantai.
Hal itu dilakukan dengan harapan materi tentang pengelolaan hutan bakau dapat ditularkan kepada anak didik, sekaligus mendukung pengembangan hutan bakau di daerah pesisir.
AAN Buana menjelaskan, sebelumnya juga memberikan pelatihan serupa kepada kepala desa, lurah dan tokoh-tokoh masyarakat mengenai pentingnya pengembangan dan pelestarian hutan bakau.
Pelatihan tersebut dilakukan secara berkesinambungan sejak tahun 2001 hingga sekarang menjangkau lebih dari 3.000 orang.
Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Bali yang mengelola hutan bakau seluas 1.343,5 hektare merupakan kawasan hutan bakau terbaik di Indonesia, bahkan di kawasan Asia.
Berkat keberhasilan mengembangkan dan melestarikan berbagai jenis tanaman yang tumbuh subur dan lebat, menjadikan kawasan itu sebagai sasaran studi banding para ahli mancanegara.
Selain para ahli yang datang dari sejumlah negara di belahan dunia yang ingin meniru keberhasilan pengembangan hutan bakau, juga datang dari sejumlah daerah di Indonesia.
Rombongan para ahli yang pernah melihat dari dekat kawasan bakau Taman Raya Bali Selatan antara lain dari Jepang, Jerman, Filipina, Italia dan Amerika Serikat, tutur AAN Buana.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.