"Kami harapkan festival yang digelar oleh masyarakat Sanur setiap tahun terus ditingkatkan dan berkesinambungan untuk menggali potensi seni dan budaya di desa wisata ini," kata Wawali setelah memukul gong sebagai penanda penutupan ajang tersebut di lapangan kompleks Inna Grand Bali Beach, Sanur.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan, ajang SVF tahun 2013 telah dimasukkan sebagai agenda kunjungan delegasi KTT APEC oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonom Kreatif.
"Kami bakal mengemas festival dengan bahasa universal melalui sajian seni dan budaya yang dapat diterima masyarakat dunia, dan tentu saja tetap elibatkan industri kreatif," kata Sidharta yang juga Ketua SVF VII.
Bahkan, kata dia, dalam SVF mendatang akan dimasukkan program temu bisnis, temu agen travel dan seminar untuk meningkatkan mutu kepariwisataan di daerah.
Model promosi pariwisata mandiri seperti dilakukan YPS menjadi salah satu materi karena bakal dimasukkan dalam program pengembangan kawasan strategi pariwisata nasional.
Sidharta Putra mengatakan, pengalaman tujuh kali menggelar festival, membuat YPS yakin untuk menyambut KTT APEC. Citarasa internasional sajian SVF juga menjadi optimisme festival tahun depan lebih semarak dan berkualitas.
Pengunjung festival dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan yang cukup bagus. "Festival ini menjadi magnet dan selalu ditunggu masyarakat lokal maupun wisatawan," ujarnya.
Transaksi selama kegiatan yang berlangsung mulai, Rabu (26/9) lalu itu juga tercatat fantastik, yakni mencapai Rp5 miliar lebih dari 43 anjungan makanan. Kendati harga yang ditawarkan peserta kuliner festival di bawah harga restoran atau hotel, setiap hari sedikitnya meraup Rp15 juta per anjungan.
Sidharta Putra berharap festival ini bisa mendorong tumbuhnya industri kreatif dan menjadi ajang promosi yang cukup efektif.
"Semoga SVF dapat menyumbangkan nilai tambah terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Bali," katanya.
Dikatakan, YPS telah siap menghadapi tuntutan kemajuan pariwisata dengan terus mengembangkan kreativitas warga Sanur mengentisipasi tantangan ke depan. Desa Sanur selalu siap menerima kunjungan wisatawan, baik lokal maupun internasional dengan mengedepankan akar tradisi dan budaya.
Selama pelaksanaan SVF telah digelar sejumlah program kegiatan di antaranya festival layang-layang internasional, beach clean up dan penanaman pohon kelapa, pameran foto Salampah Laku, Dancer, Sanur Village Cycling, kompetisi memasak bagi chef (Bali Cullinary Challenge), dan Sanur Open Golf Tournament.
Selain itu juga digelar coral plantation, pelepasan tukik, kompetisi balap jukung, yoga, Sanur Fishing Competition Walikota Cup, aneka games dan sport, bazar makanan dan produk, pertunjukan seni dan musik, seni rupa, dan aneka lomba lainnya.(I020/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.