Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis pagi bergerak menguat sebesar 92 poin menjadi Rp9.448 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.540 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis mengatakan, minat investor terhadap risiko kembali meningkat paska pengumumman stimulus bank Sentral Jepang (BoJ) yang telah menaikkan jumlah pembelian aset sebesar 10 triliun yen.
"Sentimen dalam negeri belum terlalu kuat. Penguatan rupiah cenderung didorong oleh sentimen dari eksternal. Kendati Pemilukada menjadi perhatian investor di pasar keuangan tetapi tidak terlalu berpengaruh," katanya.
Ia mengemukakan, BoJ akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan meniadakan persyaratan minimum "return" dari obligasi yang dibeli dan menambah anggaran untuk program pembelian aset.
"BoJ mengikuti bank sentral lainnya memberikan stimulus tambahan untuk mendorong perekonomian. Kebijakan moneter ekspansi ini diharapkan mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi Jepang yang melambat," katanya.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.