Denpasar (Antara Bali) - Pameran pariwisata, kerajinan dan seni budaya yang diikuti 38 stan dari sejumlah provinsi di Indonesia digelar di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Bali, berlangsung tiga hari hingga 13 Desember 2009.

"Kegiatan tersebut dalam upaya melakukan sinergi promosi produk dan jasa pariwisata, kerajinan serta seni budaya Indonesia," kata Direktur PT Patria Convexindo sekaligus panitia penyelenggara kegiatan, Yudhi Irsyadi Syafii di Denpasar, Kamis.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut pada tahun 2009 digelar di tujuh kota di Indonesia antara lain, Batam, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Bali.

"Dalam kegiatan ini kami mengajak para pelaku usaha terutama industri pariwisata, pemerintah daerah, BUMN/BUMD dan perusahaan swasta nasional," katanya.

Yudhi mengatakan, dengan lokasi pameran yang cukup strategis diharapkan pengunjung akan membeludak untuk mengenal dan membeli barang-barang yang dipajang pada setiap stan.

Misalnya, stan pameran dari Kalimantan Timur, Sumatra Barat, Yogyakarta memajang produk aneka kerajinan lokal, antara lain kain tenun tradisional, batik, sandal, kosmetik hingga kerajinan manik-manik dari batu.

"Target penjualan selama berlangsung pameran ini diperkirakan mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta," ucapnya.

Sementara Asisten II Pemerintah Kota Denpasar, IGN Eddy Mulia pada acara pembukaan mengatakan, kegiatan semacam ini terus dipacu dan digelar di Kota Denpasar.

Hal itu karena kota ini sebagai salah satu objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

"Dengan tempat pameran yang strategis, sudah tentu wisatawan yang berlibur di Bali akan mengunjungi pameran tersebut, apalagi di area Taman Budaya Denpasar ini biasanya wisatawan mancanegara yang berkunjung cukup ramai," katanya.

Ia mengatakan, di Kota Denpasar pada bulan ini penuh berbagai kegiatan antara lain kegiatan "Festival Gajah Mada ke-2" yang berlangsung pada 28-31 Desember 2009.

Oleh karena itu, lanjut Eddy Mulia, kegiatan pameran ini diharapkan dapat menyedot pengunjung untuk yang berlibur di Bali sekaligus dapat menyaksikan pameran tersebut.

"Kami harapkan melalui pameran ini wisatawan akan lebih banyak mengetahui produk kerajinan daerah-daerah di Indonesia, sebab selama ini sebagian besar wisatawan mancanegara hanya mengenal produk khas Bali," katanya.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026