Jakarta (Antara Bali) - Negara-negara di kawasan Asia Tenggara umumnya menghadapi kendala pencapaian target "Milennium Development Goals" (MDGs) khususnya menyangkut kesehatan perempuan, menekan ibu melahirkan dan menurunkan angka kematian bayi.

"Kita bahas tiga draf resolusi. Untuk resolusi MdGs, 'kan hampir di semua negara ASEAN yang belum tercapai terkait kesehatan perempuan khususnya menurunkan angka ibu melahirkan dan menurunkan angka kematian bayi," kata Ketua Sidang (chair person) WAIPA dari Indonesia, Nurhayati Ali Assegaf kepada pers di sela-sela pertemuan WAIPA di Senggigi, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin.

Karena itu, kata dia, dalam resolusi WAIPA akan diarahkan untuk memberi akses lebih luas kepada perempuan terhadap kesehatan, ekonomi dan pendidikan. "Ini akan kita perjuangkan. Alhamdulillah tadi berjalan cepat," katanya.

Mengenai angka kematian ibu melahirkan, Nurhayati yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrfat (FPD) DPR RI, mengatakan, sebenarnya juga harus dilihat jumlah penduduk suatu negara. Kalau jumlah penduduknya besar atau banyak, maka angka kematian ibu dan bayi terlihat besar.

"Tetapi ada satu level dalam program MDGs yang harus dicapai. Misalnya, harus dicapai 101 seper 1.000 kelahiran. Sementara kita masih menggunakan data BPS tahun 2007 sehingga tetap terlihat tinggi," katanya seraya berharap segera dilakukan revisi data tersebut.

Dalam pertemuan WAIPA tersebut, delegasi negara-negara peserta pertemuan mengemukakan dan  menjelaskan panduan atau pengalamannya dalam mengatasi hal itu dan pencapaian program MDGs lain. (*/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026