Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali secara bertahap akan menyempurnakan sarana dan prasarana, agar guru dan siswa pada berbagai jenjang pendidikan dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik.

"Sarana penunjang proses belajar mengajar tersebut termasuk memanfaatkan teknologi informasi komunikasi (TIK)," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada peringatan Hari Guru dan Hari Aksara tingkat Provinsi Bali di Denpasar, Selasa.

Ia mengingatkan agar guru dari berbagai jenjang pendidikan itu dapat memanfaatkan fasilitas dengan baik, termasuk meningkatkan profesionalisme.

"Jika guru tidak meningkatkan kemampuan iptek, bisa jadi siswanya lebih pintar," ujar Gubernur Pastika di hadapan para guru dan kelompok belajar utusan dari delepan kabupaten dan satu kota di Bali.

Ia mengatakan, guru dalam proses belajar mengajar itu tidak cukup memiliki sertifikat dan telah menyandang S-1 atau S-2, namun lebih penting mampu melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik.

"Jika guru tidak mampu mencetak anak didik menjadi pintar, bisa nantinya tersisih, karena pada era global guru yang mengajar di Bali berasal dari berbagai negara," tuturnya.

Untuk itu, kata dia, guru sejak dini perlu mempersiapkan diri agar mampu memenangkan persaingan yang semakin ketat pada era globalisasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali I Wayan Suasta, menambahkan, untuk menunjang proses belajar mengajar memanfaatkan TIK, pemerintah setempat mengalokasikan dana sebesar Rp51 miliar dalam tahun 2009.

Program tersebut akan dilanjutkan dalam tahun 2010 dengan mengalokasikan dana Rp25 miliar pada APBD Bali.

Pengadaan tersebut diharapkan bisa dilakukan secara berkesinambungan, dengan harapan selama dua hingga tiga tahun mendatang seluruh sekolah di Bali seluruhnya bisa terjangkau teknologi informasi.

Ia menambahkan, jenjang SD yang telah terjangkau dengan TIK baru 136 buah atau 5,54 persen dari 2.453 SD yang ada.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terjangkau 231 buah atau 61,44 persen dari 376 SMP yang ada di Pulau Dewata.

Sementara untuk SMU dan SMK, lanjut dia, sebanyak 326 buah sudah memanfaatkan TIK.

"Seluruh sekolah tersebut sebelum diberikan bantuan peralatan untuk memudahkan proses belajar mengajar diberikan latihan keterampilan dan pembekalan lebih dulu," kata Wayan Suasta.(*)

 


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026