Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Tabanan, Bali, tengah merancang pembangunan taman kota dengan membutuhkan dana hingga Rp29 miliar lebih dan akan dilaksanakan secara bertahap. 

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan DKP, Nyoman Satiana, di Tabanan, Sabtu menjelaskan, pembangunan tahap pertama telah diselesaikan dengan menelan anggaran Rp600 juta lebih, termasuk untuk pembangunan senderan di sekitar Taman Kota.

"Kami baru saja selesaikan pembuatan senderan menghabiskan dana Rp34 juta," ujarnya.

Dikatakan Satiana, pembangunan senderan sepanjang 20 meter sekaligus pembanguan fisik terakhir untuk proyek pembangunan taman kota yang terletak di jantung kota Tabanan ini.    

Untuk pembangunan selanjutnya masih menunggu pembahasan anggaran APBD tahun 2010 antara eksekutif dan dewan. Dikatakan Satiana, pihak eksekutif telah merancang untuk proyek taman kota membutuhkan dana cukup besar, mencapai Rp19 miliar.

Adapun kebutuhan dana itu bersumber dari APBD kabupaten, provinsi dan mengandalkan pula bantuan pusat. Hanya saja dari informasi yang diterimanya pada tahun 2010, untuk kelanjutan pembangunan proyek taman kota, hanya disediakan anggaran Rp500 juta di APBD 2010.

"Informasinya, provinsi akan membantu Rp600 juta sedang pusat siap membantu Rp1,5 miliar karena, mendukung langkah Tabanan untuk menyediakan ruang terbuka hijau di tengah kota," ujar Satiana.

Lantas, bagaimana dengan kelanjutan proyek tersebut, mengingat anggaran yang tersedia terbatas tidak cukup untuk pembangunan proyek selanjutnya. Dari hasil pembicaraan di internal pemkab, kata Satiana, ditempuh jalan dengan cara bertahap.

Karenanya, kata dia, tidak ada jalan lain kecuali pemkab mencari terobosan baru untuk mendapatkan suntikan dana baru bagi kelanjutan proyek taman kota.

Pembangunan taman kota Tabanan sendiri sejatinya sudah sejak tiga tahun lalu dirancang bersama eksekutif, mulai pembuatan desain serta rencana pengembangan kawasan taman kota. Karenanya, kelanjutan proyek tersebut juga bergantung keseriusan dan dukungan pihak dewan. 

Di mata Ketua Fraksi Golkar Tabanan Made Meliani, keberadaan sebuah taman kota sebagai ruang terbuka hijau memang patut didukung dan sudah diharapkan masyarakat kota Tabanan.

"Namun tetap harus selalu melihat skala prioritas mengingat anggaran kita sediakan sangat kecil. Ya kalau anggaran minim dilakukan secara bertahap saja" katanya.

Pihaknya juga berharap keseriusan pemerintah jangan bertindak setengah-setengah dalam upaya memujudkan taman kota yang menjadi harapan masyarakat Kota Tabanan.

Terkait terbatasnya anggaran, Meliani berharap pemkab berani mencari terobosan baru misalnya menggandeng pihak ketiga atau kalangan swasta yang punya komitmen bersama untuk membangun kota Tabanan. (*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026