"Pembentukan yayasan itu sesuai usulan salah seorang tokoh masyarakat setempat, Kadek Kardika alias Dek Ambu, yang juga mantan anggota DPRD Buleleng dari Fraksi PDIP periode 2004-2009," kata Kadisbudpar Buleleng Jro Ketut Warkadea di Singaraja, Minggu.
Ia menyambut baik gagasan itu dengan harapan kawasan Lovina yang sudah dikenal wisatawan mancanegara kembali dikunjungi banyak turis dari dalam dan luar negeri.
Dalam waktu dekat dibahas konsep pembentukan Badan Pengelola Lovina (BPL) yang melibatkan berbagai pihak. Hal itu dinilai sangat penting, karena selama ini tidak jelas siapa yang mengelola kawasan Lovina.
"Biar semunya berjalan sesuai dengan program pengembangan pariwisata, sehingga perlu dibentuk badan pengelola secara khusus," ujar Warkadea.
Ia menambahkan, Badan Pengelola Lovina bisa saja dipercayakan kepada Forum Komunikasi (Forkom) Desa Adat di kawasan Lovina yang pernah eksis beberapa tahun lalu.
Tujuh desa yang masuk dalam kawasan pariwisata Lovina adalah Desa Pemaron, Tukadmungga, Anturan, dan Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Desa Kayu Puti Melaka, Kecamatan Sukasada serta Desa Kaliasem dan Desa Temukus, Kecamatan Banjar.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.