Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, memberkan bantuan peralatan produksi kepada perajin dalam upaya mempercepat proses pembuatan aneka perhiasan perak yang menjadi mata dagangan ekspor.

Koperasi Perajin Perak celuk (KPPC), yang beranggotakan 114 pengusaha dan perajin perak menerima bantuan satu set mesin mengecoran perak untuk mempercepat proses produksi, kata Ketua KPPC Drs Wayan Wijaya di celuk, Kamis.

Desa Celuk Gianyar 15 km timur Denpasar merupakan pusat kerajinan perhiasan perak di Pulau Dewata, hasil produksinya sudah terkenal ke pasaran luar negeri, dengan bantuan pemerintah tersebut akan menambah nilai produksi.

Adanya bantuan pemerintah tersebut, menyebabkan pengusaha di bidang kerajinan perak di daerah itu ikut membeli alat produksi berupa mesin cor perak sehingga saat ini saja sudah tercatat ada lima set mesin cor perak di Desa celuk.

Pemerintah Kabpaten Gianyar selain memberikan bantuan mesin cor perak kepada Desa Celuk juga memberikan kepada Koperasi kerajinan di Desa Singapadu, pusat aneka kerajinan tangan di daerah gudang seni di Gianyar.

Dengan bantuan sarana produski tersebut diharapkan perajin perak yang selama ini mengeluh kurang mampu melayani pesanan yang datang dari mitra bisnisnya di luar negeri dengan bantuan tersebut bisa teratasinya.

Made Suastika, seorang intruktur pelatihan dalam mengoperasikan mesin bantuan pemerintah tersebut mengatakan, kalau dulu seorang perajin menerima pesanan seribu pcs cincin atau bros digarap hingga satu bulan lebih, sekarang bisa diselesaikan dalam tempo 3-4 hari saja.

Kekurangan tenaga kerja yang dperlukan untuk menggarap pesanan aneka barang perhiasan dari luar negeri bisa teratasi dengan adanya bantuan mesin tersebut, sehingga mampu menghasilkan barang dengan harga bersaing di pasaran ekspor.

Sesuai laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali menyebutkan realisasi perdagangan perhiasan perak buatan perajin Bali ke pasaran ekspor, selama Januari-Oktober 2009 seharga 19,9 juta dolar AS atas penjualan 10 juta Pcs.(*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026