Denpasar (Antara Bali) - Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dijadwalkan menjadi pembicara dalam seminar usaha mikro, kecil, dan menengah bertema "Bisnis UMKM Setelah Dilanda Krisis" yang akan diselenggarakan di Hotel Nikki, Denpasar, Bali, Rabu (2/12).

Tommy, putra mantan Presiden Soeharto, akan membawakan makalah bertema "Sinergi Ideal Pengusaha Besar-UMKM" dalam seminar yang diselenggarakan oleh Bank Negara Indonesia (BNI) 46 bekerja sama dengan Majalah TRUST itu.

Ketua Panitia Pelaksana Seminar, Achmad Hafidz Yura, dalam penjelasan yang disampaikan kepada ANTARA di Denpasar, Selasa mengatakan, penyelenggaraan seminar di Bali ini merupakan seri terakhir dari rangkaian seminar di delapan kota.

BNI bersama TRUST sepanjang tahun 2009 telah menggelar seminar serupa di Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Pekanbaru, Medan, dan Balikpapan.

Selain Tommy Soeharto, pembicara lain yang dijadwalkan tampil dalam seminar itu adalah Achmad Baiquni (Direktur BNI), Ikhwan  Asrin (Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementrian Negara Koperasi & UKM), Mega Ningsih (Deputy Direktur Direktorat Kredit BPR, UKM & Syariah BI), dan Irwan Makdoerah (Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia-persero).

Seminar sehari itu juga diharapkan dihadiri Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, yang sekaligus dapat membuka kegiatan.

Menurut Bambang Aji Setiady, Pemimpin Redaksi TRUST, seminar tersebut dinilai penting karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Sebanyak 99 persen unit usaha di tanah air termasuk dalam kelompok UMKM.

Kontribusi UMKM kepada PDB Indonesia mencapai 60 persen. Di saat krisis, 10 tahun lalu, UMKM terbukti tangguh dan bisa menyelamatkan perekonomian bangsa ini.

"Kami memilih Denpasar sebagai salah satu tempat penyelenggaraan seminar, karena merupakan salah satu kota terpenting di Indonesia," ucapnya.

Denpasar merupakan kota dengan letak yang strategis, memilki banyak potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia, serta memiliki perkembangan ekonomi paling menjanjikan di Indonesia.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik, UMKM yang ada di Bali mencapai 377.248 unit atau 99,59 persen dari seluruh usaha yang ada di Pulau Dewata.

Berdasarkan survei Bank Indonesia Denpasar, selama tahun 2009 UMKM di Bali tidak terlalu terpengaruh oleh krisis keuangan global yang melanda sejumlah negara maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat.

Secara umum, hasil survei itu menunjukkan bahwa proporsi responden UMKM yang merasakan dampak krisis global ternyata hanya 44 persen atau lebih kecil daripada UMKM yang tidak merasakan dampak krisis sebesar 56 persen.

Besarnya proporsi UMKM yang tidak merasakan dampak krisis itu, paling tidak merupakan indikasi awal bahwa UMKM di Bali mampu bertahan menghadapi krisis, kendati sektor usaha ini sangat terkait dengan kegiatan ekspor dan terbiasa melakukan perdagangan internasional.

Survei itu juga menunjukkan, UMKM yang mengalami dampak krisis global sebagian besar bergerak di sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor industri pengolahan.

Sektor industri pengolahan mengalami dampak krisis global karena memproduksi barang kerajinan untuk keperluan pariwisata. Fenomena ini merupakan sinyal bagi kegiatan usaha yang bergerak di industri pariwisata untuk menentukan strategi mengantisipasi dampak krisis.

Krisis gobal berangsur-angsur usai, kendati belakangan muncul lagi masalah dari kawasan Timur Tengah, menyusul gagalnya perusahaan investasi internasional di Uni Emirat Arab, Dubai World, untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang, kata Bambang Aji.

Persoalan itu dikhawatirkan akan mempengaruhi likuiditas di Indonesia dalam 2-3 bulan ke depan. Tapi, Bambang Aji menegaskan, krisis seperti itu, diyakini akan kembali memberikan pelajaran bahwa  sektor UMKM sanggup bertahan.

Seminar UMKM di Bali ini akan dihadiri sekitar 250 peserta dari kalangan UMKM. Sebagian peserta merupakan pengusaha UMKM binaan Dinas Koperasi & UKM Provinsi Bali, Bank Indonesia Denpasar, dan anggota PNPM Mandiri Provinsi Bali.

Selain itu, peserta juga datang dari para nasabah BNI, mitra PT Gabungan Eskpor Impor Bali (GEIB), dan para peklau UMKM lainnya yang mendaftar di Duta FM Denpasar serta Koran Radar Bali. (*)



: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026