London (Antara Bali) - Roger Federer berjuang melalui pertandingan tunggal tiga set terlama dalam era profesional, Jumat, saat dia mengalahkan petenis Argentina Juan Martin del Potro 3-6, 7-6 (7/5), 19-17 untuk lolos ke final tenis Olimpiade.

Juara Wimbledon Federer berada di jurang kekalahan yang mengejutkan setelah kehilangan set pertama, tapi petenis nomor satu dunia itu akhirnya berhasil menundukkan del Potro setelah pertandingan berlangsung selama empat jam dan 26 menit.

Kelolosan Federer (30) itu berarti dia sudah menjamin setidaknya medali perak pada Olimpiade. Pada final yang dijadwalkan Minggu (5/8), dia akan menghadapi petenis nomor dua dunia Novak Djokovic atau petenis Inggris Raya Andy Murray, yang dikalahkan Federer pada final Wimbledon bulan lalu.

Setelah relatif tampil biasa selama dua tahun, Federer secara mendadak menikmati masa-masa dominasinya dan kemenangan yang dicapai dengan perjuangan keras ini memperlihatkan keinginannya untuk bisa setangguh seperti sebelumnya.

Federer, yang merebut medali emas ganda bersama Stanislas Wawrinka pada Olimpiade Beijing empat tahun lalu, merebut gelar juara Wimbledon kurang dari sebulan lalu untuk ketujuh kalinya.(*/T007)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026