Triyatno mencatat total angkatan 333kg setelah melakukan angkatan snatch 145kg dan clean and jerk 188kg di Excel London, Selasa malam (Rabu dini hari WIB).
Medali emas diraih atlet China Lin Qingfeng melalui total angkatan 344kg dengan snatch 157kg dan 187 clean and jerk, sedangan medali perunggu diperoleh Razvan Constantin Martin dari Romania dengan total angkatan 332kg dari angkatan snatch 152kg dan clean and jerk 180kg.
Medali tersebut adalah medali Olimpiade kedua yang diraih Triyatno setelah di Beijing empat tahun lalu ia meraih medali perunggu.
Ia mengaku tidak menyangka dapat memperoleh medali perak karena angkatannya pada snatch kurang memuaskan. "Di snatch hanya 145kg, saya agak kecewa dengan hasil tersebut," kata Triyatno yang mencatat angkatan terbaik pada snatch 150kg itu.
Sementara itu, lifter Indonesia lainnya Deni yang turun di kelas yang sama menempati peringkat 12 dengan total angkatan 311kg, dengan snatch 140kg dan clean and jerk 171kg.
Dengan medali perak yang diraih Triyatno, berarti angkat besi menyumbang dua medali setelah sehari sebelumnya Eko Yuli Irawan mempersembahkan medali perunggu dari kelas 62kg.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.