"Seni pariwisata pengkemas seni tradisional disesuaikan dengan kebutuhan dan cita rasa wisatawan sehingga bentuknya menjadi singkat, padat, penuh variasi dan tiruan dari aslinya," kata Pembantu Rektor II Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Dr I Gede Arya Sugiartha, SSKar M Hum, di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, seni pertunjukan tradisional Bali yang sering dipentaskan sebagai seni pariwisata, antara lain kecak, barong, kris dance, sendratari ramayana, dan tari lepas.
Seni pertunjukan pariwisata bisa pentas di hotel, restauran, atau tempat khusus yang disiapkan untuk menghibur wisatawan domistik maupun mancanegara.
Munculnya persaingan antargrup seni pertunjukan wisata di berbagai tempat di Bali, menjadi tantangan bagi para seniman untuk dapat eksis di dunia seni wisata.(DWA)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.