Tarian karya I Ketut Turlita, salah seorang guru SMPN 3 Mendoyo ini menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia dan manusia dengan alam yang dalam falsafah Bali dikenal dengan Tri Hita Karana.
Meskipun sempat diguyur hujan, bupati, pejabat dan penonton lainnya tetap antusias meski harus berdesak-desakan di bawah tenda kehormatan.
"Karya-karya seperti ini harus terus dikembangkan untuk memperkaya kesenian daerah kita, sekaligus mendukung pelestarian seni budaya Bali," kata Bupati Artha.
Selain tari kolosal Tri Hita Karana, berbagai kesenian lainnya juga ditampilkan murid SMPN 3 Mendoyo seperti Tari Meliang-Liang dan pencak silat dengan iringan musik Jegog yang merupakan kesenian khas Jembrana.(GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.