Denpasar (Antara Bali) - Pengamat seni dan budaya Prof Dr I Made Bandem mengusulkan adanya kolaborasi kesenian tradisional Bali dengan kesenian daerah lain di Nusantara.

"Sekarang umumnya para seniman kita baru berkolaborasi dengan orang-orang asing. Mengapa tidak dimulai mengembangkan kolaborasi dengan para seniman lokal di Nusantara yang tentu tidak kalah menarik," katanya di Denpasar, Selasa.

Ia mencontohkan kesenian dan tari Hudoq dari Kalimantan Timur, itu sangat pantas dikolaborasikan dengan kesenian topeng dari Bali.

"Demikian juga dengan tari di Toraja, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Barat itu juga menarik dipadukan dengan kesenian daerah kita," ujarnya.

Bandem menambahkan, tari Gantar Belian dari Kalimantan Timur yang ada unsur kesurupannya (trance), akan menjadi menarik kalau disandingkan dengan tari Sanghayang Dedari dan Sanghyang Jaran dari Bali yang juga para penarinya mengalami kesurupan.

"Coba itu diambil manfaatnya, apa persaman dan perbedaannya. Kesurupan atau trance 'kan tonggak estetika timur yang luar biasa," ucapnya.

Namun sayangnya, menurut Bandem, seringkali para seniman Bali justru hanya mengacu berkolaborasi dengan seniman mancanegara, sedangkan kolaborasi dengan lingkungan tradisional di Indonesia masih sangat minim.(LHS/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026