Negara (Antara Bali) - Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan minta kepada kepala desa atau perbekel dan lurah, untuk peka pada berbagai masalah sosial di masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan saat hadir dalam pertemuan Forum Komunikasi Perbekel dan Lurah Kabupaten Jembrana, Selasa.

Kembang mengatakan, saat ini masyarakat semakin kritis termasuk dalam menilai kinerja aparatur pemerintahan.

"Apalagi teknologi komunikasi seperti jejaring sosial di dunia maya juga semakin canggih. Saudara-saudara semua harus peka terhadap berbagai persoalan di wilayah masing-masing," kata Kembang.

Selain itu, Kembang juga mengintruksikan, seluruh perbekel dan lurah untuk mensosialisasikan program Pemkab Jembrana.

Menurutnya, sosialisasi itu merupakan kewajiban semua perangkat pemerintahan agar masyarakat semakin paham visi dan misi pemerintah.

"Aparat desa dan kelurahan harus memberikan pemahamam kepada masyarakat soal program pembangunan, jangan malah ikut-ikutan apalagi membuat polemik," ujar Kembang.

Sementara Ketua Forum Komunikasi Perbekel Dan Lurah Jembrana, I Ketut Swastika Yasa mengusulkan, agar hari kerja kantor lurah dan perbekel disamakan dengan hari kerja pemkab yaitu senin sampai jumat.

"Saat ini hari kerja kami senin sampai sabtu, kalau bisa biar sama dengan hari kerja pemkab," katanya.

Masalah kartu Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM) yang sampai saat ini belum bisa dipergunakan juga disampaikan oleh Swastika.

Terkait dengan permintaan hari kerja, Wabup Kembang mengatakan, akan melakukan kajian agar sesuai dengan aturan.

"Sementara untuk kartu JKBM, Pak Gubernur memang mengatakan belum bisa dipergunakan karena perangkat onlinenya belum maksimal," ujarnya. (GBI/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026