Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah dr AAN Jaya Kusuma, mengatakan hal tersebut kepada para wartawasan sebelum operasi pemisahan dilaksanakan, Jumat.
"Bayi berkode biru itu pada Kamis (17/5) malam mengalami gangguan pernapasan sehingga sempat kritis, namun berkat penanganan cepat kondisinya saat ini cukup optimal untuk jalani operasi," katanya.
Jaya Kusuma mengatakan, penanganan yang diberikan oleh tim dokter terhadap bayi tersebut berupa pemberian alat bantuan pernafasan.
"Akhirnya setelah diberikan alat tersebut pasien itu pun stabil kembali. Namun jika pemberian bantuan pernafasan itu tidak berhasil maka kemungkinan akan langsung dilaksanakan operasi saat itu juga," ujar Sekretaris Tim Dokter Operasi Kembar Siam RSUP Sanglah, dr IGB Ken Wirasandhi, menambahkan.
Dia menjelaskan, pemberian alat bantu itu atau inkubasi terhadap salah seorang bayi kembar siam tersebut memang mengandung resiko medis.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.