Singaraja (Antara Bali) - Pemerintah Kabupaten Buleleng mengusulkan penambahan beras untuk rakyat miskin (raskin) sebanyak 34,8 ton guna mengatasi tingginya harga beras di pasaran.
    
"Harga beras di pasaran masih tetap naik sejak isu kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, kami mengajukan usulan penambahan pagu raskin dalam Perubahan APBD," kata Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Buleleng, Gede Gunawan AP, di Singaraja, Minggu.
    
Pada triwulan pertama raskin yang disalurkan mencapai 3.257.175 kilogram dari pagu raskin 2012 sebanyak 8.133.660 kilogram untuk 45.187 rumah tangga miskin (RTM) di kabupaten paling utara Pulau Bali itu.
    
Gunawan menampik bahwa tingginya penyerapan raskin pada triwulan pertama itu dimanfaatkan untuk kepentingan Bupati Buleleng Putu Bagiada dalam pencalonan anaknya, Gede Ariadi, sebagai penggantinya.
    
"Memang serapan raskin tinggi karena dampak dari rencana pemerintah yang hendak menaikkan harga BBM. Jadi, tidak ada kaitannya dengan pilkada," katanya.
    
Dalam Pilkada Kabupaten Buleleng pada 22 April 2012, Gede Ariadi yang berpasangan dengan calon wakil bupati Wayan Arta kalah telak dari pasangan Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra.(MDE/M038)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026