Manager Program Foksi Jatim, Indra Harsaputra, mengatakan, dari perkawinan silang antara Sapi Bali dengan Banteng Jawa itu mampu menghasilkan anakan sapi dengan tingkat performa yang berbeda dengan ternak aslinya yang berasal dari Pulau Dewata pada umumnya.
"Kebanyakan Sapi Bali saat ini telah mengalami penurunan kualitas akibat perkawinan sedarah (inbreeding) yang berlangsung puluhan tahun. Penurunan kualitas inilah yang menjadi masalah kurang produktifnya ternak jenis itu untuk memenuhi kebutuhan daging di Indonesia," katanya.
Menurut dia, secara genetika Sapi Bali memang merupakan keturunan dari Banteng Jawa. Dalam perkembangannya, ukuran dan bobot jenis sapi tersebut terus menurun karena inbreeding.
"Sapi keturunan dari perkawinan silang ini akan mampu menghasilkan ternak dengan berat 450 kilogram per ekor, jauh lebih tinggi dari berat Sapi Bali yang belakangan hanya sekitar 300 kilogram per ekor," kata Indra.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.