Dia menjelaskan, penghematan listrik pada hari raya suci umat Hindu itu diperkirakan mencapai 290 megawatt (MW).
"Jika dirupiahkan berkurangnya konsumsi listrik pada saat Nyepi kami perkirakan bernilai sekitar Rp4 miliar," katanya menandaskan.
Agung mengatakan, pada hari biasa beban puncak atau konsumsi listrik di Pulau Dewata mencapai 580 Megawatt, yang berkurang sampai 50 persen saat Nyepi, menyambut tahun baru Saka 1934 itu.
Hal itu, tambah dia, disebabkan oleh adanya pantangan yang harus dilaksanakan umat Hindu, yakni tidak menyalakan api atau lampu listrik selama 24 jam pelaksanaan ritual Nyepi.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.