Negara (Antara Bali) - Setelah penembakan terhadap lima orang yang diduga berkaitan dengan terorisme, pengamanan di pintu masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, langsung diperketat sejak Minggu (18/3) malam.

Pemeriksaan ketat ini masih dilakukan hingga Senin, bahkan Kapolres Jembrana AKBP Komang Sandi Arsana turun langsung bersama anak buahnya melakukan pemeriksaan kendaraan, barang dan orang.

Kepada wartawan ia mengatakan, ada atau tidak kejadian seperti di Denpasar pihaknya tetap melakukan pengamanan di pelabuhan sesuai prosedur tetap (protap) yang sudah ada.

Ia mengaku, seminggu belakangan sudah menambah jumlah personil sehingga menjadi 43 orang yang terdiri dari unsur Brimob, Gegana, Dalmas, reserse hingga intelejen.

Hal senada juga disampaikan Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol Made Prihenjagat yang mengaku, pengamanan tidak terkait dengan penembakan di Denpasar.

"Kami tetap melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, barang dan penumpang setiap hari. Soal penembakan di Denpasar itu masalah lain, kami juga tidak mendapatkan informasi soal itu apalagi yang berkaitan dengan ciri-ciri pelaku," katanya.(GBI/IGT/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026