Hadirnya BUMN nirlaba ini diharapkan kontrol udara sepenuhnya dapat dimiliki oleh Indonesia.
"Minggu sore lalu, saya rapat dengan AP I, AP II, ahli ATS (air terminal services), orang yang gelisah dengan ATS seperti Chepy Hakim, para ahli dari ITB, UGM, UI, dan ITS, dan kami sepakat untuk mewujudkan Single ATS Provider," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di ruang kerjanya di Kementerian BUMN, Kamis.
Dahlan memastikan perum ini akan terbentuk pekan depan, walau peraturan pemerintah (PP) nya menyusul. Saat ini, pemerintah tengah mencari nama perum tersebut.
Selanjutnya Dahlan menyatakan bahwa pertemuan pekan lalu memutuskan AP I dan II harus merelakan seluruh aset, sumber daya manusia, peralatan, hingga pendapatannya untuk organisasi yang akan terbentuk pekan depan itu.
"Dirut AP I dan AP II kemarin mengatakan rela untuk memisahkan seluruhnya demi terwujudnya perum tersebut," ujarnya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.