"Kenaikan BBM merupakan suatu keharusan yang sudah diputuskan, kita harus bisa menyikapi dengan arif dan bijaksana. Saya berharap jangan ada gejolak dan tindakan anarkis di Bali," kata Gubernur Pastika, di Denpasar, Selasa.
Gubernur Pastika menyampaikan hal itu di sela-sela acara diskusi "Selasa Pariwisata" yang digelar oleh Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali.
Menurut dia, jika rencana kenaikan BBM sampai menimbulkan tindakan anarkis, justru dapat berdampak negatif bagi seluruh kompenen masyarakat di Pulau Dewata.
"Saya akan berunding dengan pemangku kepentingan untuk menentukan bentuk perlindungan kepada para pengusaha supaya perekonomian di Bali tidak hancur," ucapnya.
Sedangkan bentuk perlidungannya, kata dia, masih dikaji dulu, bisa jadi dalam bentuk koperasi ataupun keringanan kredit khususnya bagi pengusahan ekonomi menengah ke bawah.(LHS/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.