Denpasar (Antara Bali) - Enam pelabuhan laut dan Bandara Ngurah Rai di Bali akan ditutup secara total untuk sementara guna menghormati pelaksanaan Hari Suci Nyepi, Tahun Baru Saka 1934, pada Jumat 23 Maret 2012.

"Gubernur sudah mengirim surat edaran terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi kepada pengelola bandara, pelabuhan laut serta angkutan sungai, danau dan penyeberangan (ASDP) di daerah ini," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng, di Denpasar, Senin.

Ia mengatakan keenam pelabuhan laut tersebut terdiri Pelabuhan Gilimanuk, pintu masuk Bali lewat darat dari Pulau Jawa, Pelabuhan Padangbai, pintu masuk dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pelabuhan Benoa di Denpasar yang melayani kapal penumpang dan bongkar muat dari berbagai daerah.

Pelabuhan terbesar di Bali itu juga menjadi tempat mangkal ratusan kapal penangkapan ikan milik sejumlah perusahaan yang melakukan aktivitas di perairan bebas.

Selain itu juga Pelabuhan Celukan Bawang, yang khusus bongkar muat bahan bangunan berupa kayu dan semen di Kabupaten Buleleng, wilayah utara Bali, juga tidak beroperasi selama 24 jam.

Demikian pula Pelabuhan Amuk di Kabupaten Karangasem yang khusus melayani kapal pesiar dari mancanegara dan Pelabuhan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, tidak beroperasi terkait Hari suci Nyepi.

Ketut Teneng menambahkan, wisatawan mancanegara maupun nusantara yang akan berlibur ke Bali agar tidak bertepatan dengan Hari Suci Nyepi, karena seluruh sarana angkutan, termasuk penerbangan di Bandara Ngurah Rai, semuanya dihentikan pengoperasiannya.(*/T007)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026