"Tongkat ini, tidak akan saya miliki sendiri. Tongkat ini hanya simbolis dan akan terus dipergunakan untuk perjuangan seluruh masyarakat Indonesia seperti yang telah diamanatkan oleh Gus Dur," kata Yenny usai menerima tongkat di GOR Sidoarjo, Minggu.
Ia mengemukakan, saat ini sosok seorang Gus Dur belum ada penggantinya dan sampai saat ini keteladaan dari seorang Gus Dur patut untuk terus dicontoh dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
"Terutama sifat rendah hati dari seorang Gus Dur yang tidak banyak bermewah-mewah dan juga kerendahan hati dalam segala perbuatannya sehari-hari," katanya.
Ia menjelaskan, saat ini memang diperlukan sosok seperti seorang Gus Dur, karena banyak warga masyarakat yang masih susah dan banyak tantangan yang harus diselesaikan untuk mewujudkan Indonesia lebih baik lagi.
"Bentuk kesusahan masyarakat itu terlihat dari masih banyaknya aksi demo yang dilakukan oleh kaum buruh, seperti pemblokadean jalan tol seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Selain itu, masih adanya aksi anarkhis yang dilakukan oleh warga masyarakat dengan membakar kantor Bupati di Bima baru-baru ini," katanya.(*/R-M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.