"Saya panik dan takut. Saya melompat sesaat sebelum bus masuk ke tebing," katanya dalam pemeriksaan oleh para petugas kepolisian di Bogor, Sabtu.
Lukman berhasil ditangkap petugas saat berada di salah satu pool bus di wilayah Garut setelah enam jam kabur.
Menurut warga Kampung Kaum RT 04/RW 06 Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, itu, bus yang dikemudikannya dalam kondisi laik jalan.
Namun, bus mengalami gangguan saat melintas di Jalur Puncak. Terjadi gangguan pada ban belakang sebelah kanan yang mengakibatkan keluar asap hitam.
"Kami melakukan perbaikan setelah selesai kemudian bus jalan lagi," katanya.
Setelah diperbaiki, bus bernomor polisi Z-7519-DA yang membawa penumpang sekitar 30 orang itu melintas di Jalan Raya Puncak.
Kondisi jala yang menurun membuat laju mobil tak terkendali karena rem blong.
Bus pun menghantam bus Doa Ibu bernopol Z-7588-HB jurusan Tasikmalaya-Jakarta yang melintas dari arah Bogor.
Sopir bus lalu membanting setir dan menabrak papan reklame sehingga terpental menghantam lima sepeda motor yang ada didepannya.
Kemudian Lukman kembali membanting setir dan menabrak dua minibus yang sedang melintas dan menabrak tiang listrik selanjutnya menabrak warung bakso dan menghantam tembok vila warga hingga masuk ke tebing sedalam kurang lebih tujuh meter. Peristiwa kecelakaan tersebut mengakibatkan 14 orang tewas.(*/R-M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.