"Lihat secara jernih, rasionalnya harga minyak dunia naik, subsidi akan membengkak, dan kenaikan harga BBM tidak akan meningkatkan jumlah masyarakat miskin. Saya minta politisi kooperasif, tidak memperkeruh suasana dengan membuat isu BBM memanas," kata Emil Salim seusai menyampaikan makalahnya pada "The 2nd Congress of the East Asian Association of Environmental and Resource Economic" (EAAERE) di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jumat.
Menurut dia, imbas dari kenaikan BBM tidak akan berakibat pada penambahan masyarakat miskin karena distribusi bebannya cenderunmg lebih banyak pada kelas menengah ke atas.
Ia menyebutkan, distribusi beban masyarakat mampu lebih besar dibandingkan masyarakat miskin.
"Orang menengah ke atas punya mobil, kadang lebih dari satu, CC-nya besar-besar lagi. Praktis kebutuhan BBM-nya lebih besar, sedangkan konsumsi BBM masyarakat miskin justru lebih kecil," katanya.(*/R-M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.