Denpasar (Antara Bali) - Bank Indonesia Denpasar menyerahkan dana bantuan pengembangan tujuh desa wisata di Bali sebagai salah satu bentuk mendekatkan akses langsung pertumbuhan ekonomi pada masyarakat di perdesaan.

"Selama ini dikatakan pertumbuhan ekonomi Bali baik, namun seringkali dikatakan masyarakat belum mendapatkan manfaatnya secara langsung," kata Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Jeffrey Kairupan, di Denpasar, Jumat.

Jeffrey menyampaikan hal itu saat penyerahan bantuan dana program bertajuk "Bank Indonesia Social Responsibility" (BSR) tahun 2011.

"Program pengembangan tujuh desa wisata merupakan salah satu tambahan program BSR tahun 2011. Kali ini kami menyalurkan Rp1,33 miliar lebih. Sekaligus menjadi langkah sinkronisasi kami dengan kebijakan Pemprov Bali dan kerja sama dengan pihak terkait," ucapnya.

Ia menambahkan, ada enam program yang disasar dalan BSR tahun ini yakni program pengembangan perpustakaan, pengelolaan lingkungan hidup, beasiswa, pengggulangan HIV/AIDS, pengembangan lele dumbo, dan pengembangan tujuh desa wisata.

"Dari total dana Rp1,33 miliar yang kami salurkan, yang terbesar merupakan BSR untuk pengembangan desa wisata yakni Rp1 miliar 50 juta. Kami akan mensinkronisasikan dengan kebijakan pariwisata kerakyatan melalui program kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Jembrana, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Buleleng," ujarnya.

Penyaluran BSR program pengembangan desa wisata diharapkan dapat memberikan efek ganda bagi masyarakat di tujuh desa wisata di Bali yakni bagi Desa Pinge (Tabanan), Desa Blimbingsari (Jembrana), Desa Bedahulu (Gianyar), Desa Penglipuran (Bangli), Desa Pancasari (Buleleng), Desa Budakeling dan Desa Jasri (Karangasem).(**)



Editor : Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026