"Persediaan beras sebanyak itu cukup memadai sehingga masyarakat daerah ini tidak perlu khawatir," kata Ketua Satgas Kerja Raskin Bulog Devisi Bali Wayan Suyasa di Denpasar, Jumat.
Sementara petani di sejumlah daerah masih ada yang panen walau tidak terlalu besar, sehingga diharapkan tidak sampai terjadi gejolak harga.
Perdagangan beras antarpulau dari Jawa Timur, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), ke Bali maupun sebaliknya berjalan lancar, sehingga persediaan kebutuhan pokok tersebut di pasaran cukup memadai, ujarnya.
Wayan Suyasa menambahkan, pihaknya tidak banyak membeli beras hasil petani daerah ini, karena harga di pasaran jauh lebih tinggi dari pada harga pembelian pemerintah (HPP) Rp5.800/kg.
Selama 2011, Bali memerlukan 30 ribu ton beras agar bisa merealisasikan distribusi komoditas tersebut untuk masyarakat miskin sekitar 200 ton per bulan, selain jatah anggota TNI dan persediaan bagi penanganan bencana alam.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.