Menurut laman resmi IAAF, pada awal pertandingan, Will Claye lah yang justru mendominasi setelah melakukan lompatan sejauh 17,61 meter. Kemudian disusul oleh atlet asal Kuba Christian Napoles dengan jarak lompatan 17,36 meter.
Sementara itu, Taylor melakukan dua kali kesalahan (fouls) di awal pertandingan. Namun, hal tersebut justru memicunya untuk bangkit dan merengkuh podium pada pertandingan final yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa.
Kemenangan tersebut diraih oleh Taylor pada kesempatan keempatnya. Ia melakukan lompatan sejauh 17,92 meter, dan berhasil mengantarkannya untuk meraih gelar juara dunia keempat kalinya setelah sebelumnya dia meraih medali emas di Kejuaraan Dunia 2011, 2015, dan 2017.
Baca juga: Atlet Agung Wahyudi mempertajam catatan pribadi pada lompat jangkit
Baca juga: Maria Natalia Berjuang Keras Raih Emas
Meskipun dia sempat tertinggal di awal pertandingan, Taylor tetap mengatakan pada dirinya sendiri untuk tetap tenang dan fokus dengan tujuannya untuk menjadi pemenang.
“Ketika kalian ingin mencapai rekor ini, kalian harus berusaha sekuat tenaga di sana (lintasan),” kata Taylor dikutip dari Reuters.
“Saya tidak ingin kembali ke hotel dan berpikir ‘apakah penampilan saya begitu buruk?’ Saya bekerja keras di sana (lintasan).”
Sementara rekan senegara Taylor, yang sempat memimpin di ronde pertama mendapatkan medali perak setelah melakukan lompatan terbaik 17,74 meter. Medali perunggu diraih oleh atlet Burkina Faso Hugues Fabrice Zango dengan hasil akhir lompatan 17,66 meter.
Pewarta: Shofi AyudianaEditor : I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.