Denpasar (Antara Bali) - Perolehan devisa dari sektor perkebunan Bali naik 19,8 persen dari bernilai 614 ribu dolar AS menjadi 738 ribu dolar AS selama Januari-September 2011.

Bali mencatat hanya dua hasil perkebunan rakyat memasuki pasar ekspor yakni kopi dan vanili, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Senin.

Ia mengatakan, membesar perolehan devisa dari sektor perkebunan tersebut berkat harga vanili di pasaran ekspor rata-rata naik terus sehingga menggairahkan petani.

Harga rata-rata vanili Bali di pasaran ekspor sebenarnya naik tipis dari sebesar 16,6 dolar AS per kg selama 2010 menjadi sekitar 21,6 dolar per kg selama periode 2011 hingga September.

Kenaikan harga itu tampaknya cukup menggairahkan petani untuk mengembangkan perkebunan rakyat tersebut, terbukti dari volume pengapalannya naik dari 31,8 ton selama 2010 menjadi hanya 39,4 ton 2011.*


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026