"Saya bangga dapat mementaskan tarian kreasi saya di Istana Negara," kata Ni Made Kinten, guru SMP Negeri 2 Amlapura, Sabtu.
Menurut dia, tari ciptaannya yang diberi nama "Puspa Hredaya" telah dibawakan dengan apik oleh para penari dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI beberapa waktu lalu.
"Kebetulan, kami dari sanggar Mini Artis diundang langsung oleh Bapak Presiden," katanya dengan nada bangga.
Tari Puspa Hredaya, menurut Kinten, memiliki filosofi mempersembahkan bunga dengan hati tulus dan penuh keheningan untuk menyambut tamu sebagai salam selamat datang.
Puspa Hredaya diciptakan pada 1998 dan terpilih sebagai juara pertama dalam Pesta Kesenian Bali.
Selain itu, Kinten juga menciptakan tarian lainnya, di antaranya Pring Angunang Hati, Ngulah Mrana, Tari Kembang Girang, dan I Luh Munte.(*)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.