Peningkatan tersebut didasarkan pada pendapatan (revenue) perusahaan dan program yang terkait kebutuhan masyarakat, kata Head of Corporate Communication XL, Febriati Nadira, di Denpasar, Rabu.
Dia menyampaikan hal itu di sela-sela penyerahan bantuan tiga unit komputer dalam program "KuS" (komputer untuk sekolah) di SMKN 2 di Jalan Pendidikan, Sidakarya, Denpasar.
"Sesuai kebijakan perusahaan, kami menyalurkan 40 persen dana CSR itu untuk menunjang bidang pendidikan, termasuk program KuS. Selebihnya untuk program sosial ekonomi, bantuan bencana dan lainnya," ujar Ira, sapaan akrab Febriati Nadira.
Ditambahkan bahwa program KuS ditargetkan mampu menjangkau sedikitnya 300 sekolah di Indonesia, sehingga akan menunjang peningkatan jumlah komputer dari satu unit untuk 40 siswa, menjadi satu unit digunakan 33 murid.
VP Corporate Communication XL, Turina Farouk, pada kesempatan itu juga menyerahkan bantuan Rp25 juta guna membantu biaya renovasi gedung SMKN 2 yang rusak akibat gempa bumi 6,8 SR pada 13 Oktober 2011.
Bantuan itu diterima oleh Wakil Kepala SMKN 2, Gusti Mgurah Putu satria dan bantuan program KuS untuk SMPN 1 Klungkung diterima oleh Wakil Keapla Sekolah, Dewa Ketut Oka Tuli.
Turina Farouk berharap bantuan untuk kedua sekolah tersebut dapat menunjang kemajuan pendidikan dan program KuS yang dirancang berbasis internet dan SMS, akan memudahkan pihak sekolah maupun orangtua siswa dalam mengontrol anak didik.
Manager Youth Segment XL, Triyogo Agung, dalam presentasinya menyampaikan bahwa jaringan KuS hanya akan bisa diakses oleh siswa, orangtua murid dan pihak sekolah yang menggunakan kartu telepon dari operator seluler itu.
Pada acara yang juga dihadiri oleh Manager Management Service East Region XL, Martono, dan Yulius Setiawan, mitra XL dalam pelaksanaan program KuS itu, juga diberikan pemahaman mengenai teknik pelaksanaan program berjaringan internet tersebut.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.