Denpasar (Antara Bali) - Guru Besar Universitas Udayana Prof Dr I Wayan Windia menilai, persawahan di Bali dalam kondisi compang camping akibat banyak terjadi alih fungsi lahan untuk keperluan selain sektor pertanian yang sulit dibendung.

"Bahkan sejumlah subak (organisasi pengairan tradisional dalam bidang pertanian) di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Tabanan sirna karena lahan sawah telah berubah menjadi tempat pemukiman dan fasilitas pembangunan lainnya," kata ketua kelompok riset sistem subak di Denpasar, Selasa.

Menurut dia, akibat alih fungsi lahan pada sejumlah subak, khususnya di daerah perkotaan menyebabkan sarana irigasi tidak dapat berfungsi secara efektif sehingga berpengaruh negatif terhadap sistem pengairan sawah yang tetap bertahan pada fungsinya.

Alih fungsi lahan selama lima tahun terakhir cukup pesat karena setiap tahunnya rata-rata 1.000 hektare lahan sawah berubah fungsi menjadi tempat permukiman, fasilitas umum, dan sarana pendukung pariwisata.

Windia menambahkan bahwa kondisi tersebut menyebabkan sektor pertanian di Bali mulai tersisih dan kelembagaan subak semakin melemah.*


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026