Perolehan devisa tersebut mengalami kenaikan hingga 34 persen jika dibandingkan periode sama 2010 hanya 907 ribu dolar, kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Putu Bagiada SE di Denpasar Rabu.
Perdagangan luar negeri ke negera tersebut cukup menggembirakan dalam situasi yang kurang menguntungkan terutama bagi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat, namun dari Rusia justru ada kenaikan perdagangan luar negeri dari Bali.
Bertambah banyaknya realisasi perdagangan aneka barang kerajinan bernilai seni buatan pengrajin Bali, tentu berkat perkembangan dunia pariwisata daerah ini semakin banyak menerima kunjungan turis asing termasuk dari Rusia.
"Sektor pariwisata sangat membantu pertumbuhan perdagangan aneka barang kerajinan sebagai barang cindramata, sebab setiap turis yang datang dapat dipastikan akan membeli barang oleh-oleh di sini," kata Putu Bagiada.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.