Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar Endro Tjahjono, mengatakan hal itu di sela-sela acara sosialisasi UU RI No 31 Tahun 2009 Tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, di Hotel Patra, Kuta, Rabu.
"Bulan Oktober ini posisi matahari kurang lebihnya berada di tujuh derajat Lintang Selatan (LS), dan poisisi Pulau Bali, NTB, dan NTT pun ada di tujuh derajat LS, artinya, posisi matahari itu tepat ada di atas Bali," ujarnya.
Endro menjelaskan, BMKG Denpasar mencatat hingga Selasa (18/10), suhu udara di Bali khususnya di wilayah Denpasar, dan Kuta mencapai suhu maksimum 33 derajat Celsius.
"Hal itu terjadi, sebab dalam pelajaran geografi itu kan matahari mengalami gerak jemu, yang kadang-kadang berada di atas bumi belahan utara, dan kadang di selatan. Sumber panas itu kan matahari, sehingga jika kita berada lebih dekat dengan matahari, panas lah yang kita rasakan," katanya.
Lanjut Endro, matahari memiliki aktivitas pergeseran dalam setiap bulannya, dan pada bulan Oktober ini berada di tujuh derajat LS, dan diperkirakan pada bulan November mendatang akan bergeser ke selatan yakni berada di 14 derajat LS.
"Nanti pada bulan Desembernya, matahari pas berada di titik terselatan, sehingga jika ini terjadi pegeseran, maka di Eropa akan terjadi musim dingin dan Australia mengalami musim panas," jelasnya.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.