"Kemenangan ini sudah difaktorkan oleh pasar, namun demikian pasar akan merespon positif kemenangan ini walaupun hanya temporer," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Selasa.
Pesta demokrasi Indoenesia telah berakhir pada 17 April 2019 kemarin dan hasil hitung cepat mencatat kemenangan untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan kisaran kemenangan mencapai 53 persen-56 persen atas pasangan calon nomor 02 yaitu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Dengan hasil itung cepat tersebut diperkirakan Joko Widodo akan melanjutkan kembali pemerintahan untuk lima tahun mendatang. Menurut Lana, belum ada perubahan signifikan dari perencanaan ekonomi dalam lima tahun ke depan, tetapi kemungkinan fokus kebijakan tidak lagi berat pada pembangunan infrastruktur.
Pada masa kampanye dijanjikan akan ada insentif pra-kerja yang bertujuan untuk memberi kesempatan pengangguran mendapatkan pelatihan kerja. Bantuan sosial juga diperbesar untuk kartu Indonesia pintar untuk kuliah.
"Ada potensi penguatan rupiah menuju kisaran Rp13.950 sampai Rp14.000 per dolar AS," kata Lana.
Rupiah pagi ini bergerak menguat 75 poin atau 0,53 persen menjadi Rp14.010 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.085 per dolar AS.
Pewarta: Citro AtmokoEditor : I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.