"Kerusakannya kebanyakan karena tidak sadarnya wisatawan nusantara atau lokal menjaga kelestarian terumbu karang yang ada di taman nasional," ujar Atteng dalam rapat bersama pengelolaan taman laut Bunaken antara pemerintah dan pihak terkait lainnya, di ruang rapat Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Utara di Manado, Kamis.
Dia mencontohkan, BLH menemukan banyaknya wisatawan yang menginjak terumbu karang saat melakukan penyelaman. Akibatnya, kerusakan terumbu karang tidak dapat dihindarkan.
"Harus diingat bersama bahwa Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu ikon wisata Sulawesi Utara dan terkenal hingga mancanegara. Jasa wisata yang disediakan terumbu karang manfaat multi untuk perekonomian masyarakat," kata Atteng.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.