Denpasar (Antara Bali) - Bank Indonesia (BI) Denpasar mencatat, nilai perdagangan aneka barang hasil Industri kecil dan kerajinan serta hasil pertanian termasuk perikanan mengalami surplus hingga 3,1 juta dolar AS selama Januari-Juni 2011.

"Pengusaha Bali cukup gencar melalui berbagai usaha termasuk pameran dagang supaya  bisa  memperbesar  volume ekspor hasil karya perajin sehingga perolehan devisanya bertambah terus," kata  peneliti ekonomi madya Bank Indonesia (BI) Denpasar, Sunarto, Kamis.

Dalam laporan statistik ekonomi keuangan daerah Provinsi Bali yang dikeluarkan Bank Indonesia  Denpasar disebutkan bahwa realisasi ekspor aneka kerajinan dan barang nonmigas lainnya dari Bali ke China bernilai 18,7 juta dolar selama Januari-Juni 2011,

Sedangkan  pengusaha Bali yang melakukan pembelian berbagai aneka barang modal dari China dalam periode yang sama hanya seharga 15,6 juta dolar, ini artinya Bali memiliki kelebihan perolehan devisa sebesar 3,1juta dolar dalam periode enam bulan I-2011.

"Jadi kelebihannya perdagangan Bali cukup lumayan," ujar Sunarto, sambil menunjukkan bahwa perdagangan ekspor-impor antara Bali dan China semakin bertambah banyak, seperti misalnya ekspor daerah ini naik dari 33,3 juta dolar selama 2009 menjadi 38,7 juta tahun 2010.(**)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026