"Kisah hidup saya dituangkan ke dalam buku dengan harapan bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk giat bekerja menekuni usaha wirasuasta," kata Gusti Ngurah Anom di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Rabu (14/9) malam.
Pada peluncuran buku otobiografi, ia menuturkan bahwa dirinya berasal dari keluarga miskin. Bahkan jenjang pendidikan hanya sampai sekolah menengah pertama (SMP) di Seririt, Kabupaten Buleleng.
"Setamat SMP saya merantau ke Denpasar, karena orang tua saya tidak mampu menanggung biaya melanjutkan ke SMA. Berbagai pekerjaan pernah saya tekuni, mulai jadi tukang bersih-bersih di Hotel Rani Sanur hingga terakhir bekerja di perusahaan Sidharta Konfeksi," ucapnya.
Berkat ketekunan dan kegigihannya ingin mandiri dengan membuka usaha jual baju kaos, maka dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempat kerjanya.
"Waktu itu pemilik perusahaan mengizinkan dan memberikan dorongan untuk maju. Dari situlah awalnya saya bersama istri membuka usaha kecil-kecilan konfeksi baju kaos. Saya lakoni usaha ini dengan kerja keras selama enam tahun hingga akhirnya bisa mengembangkan beberapa usaha pusat oleh-oleh," kata suami Ni Ketut Mastrining.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.