Negara (Antara Bali) - Abrasi yang melanda wilayah pantai Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, terus meluas dan saat ini sudah mencapai panjang satu kilometer, kata pejabat setempat.

Kepala Desa Perancak Ketut Suastikayasa, Jumat mengatakan, di beberapa lokasi abrasi ini sudah mulai menggerus tanah milik warga.

"Sementara untuk investor yang memiliki villa relatif lebih aman karena memasang senderan dari beton," katanya.

Abrasi yang melanda Desa Perancak ini, kata dia, bisa menjadi hambatan utama Pemkab Jembrana yang memproyeksikan wilayah ini sebagai obyek wisata.

Salah seorang warga mengatakan, selain abrasi, persoalan sampah juga menjadi kendala tersendiri karena kerap memenuhi pantai muara Perancak saat air surut.

"Banyak warga yang asal membuang sampah ke aliran sungai yang bermuara di laut, sehingga saat surut banyak sampah berserakan," kata warga ini.

Terkait masalah sampah ini diakui oleh Suastikayasa dan mengatakan, dibutuhkan tempat pembuangan sampah untuk menyelesaikan persoalan ini.

Desa Perancak sendiri sebenarnya memiliki beberapa potensi wisata selain pantai seperti pelestarian penyu, kelompok kesenian jegog dan wisata mangrove.

Namun hingga saat ini sarana dan prasarana untuk menunjang potensi wisata itu belum memadai.(*)


: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026