Kegiatan yang melibatkan puluhan seniman hasil seleksi sebuah tim secara ketat itu sebagai upaya mengangkat harkat dan nilai karya seni dan seniman ke forum internasional, kata Drs I Nyoman Gunarsa, seorang maestro seniman lukis yang menggagas kegiatan tersebut, Sabtu.
Ia mengatakan, kegiatan bertaraf internasional itu juga diharapkan mampu meningkatkan taraf kehidupannya lebih manusiawi dan sejajar dengan pelukis-pelukis dari berbagai negara di belahan dunia.
Dalam kegiatan "Bali Bangun" menekankan harkat dan nilai seni lukis klasik Bali yang pernah mengalami puncak keemasan dan kejayaan pada abad XV, zaman pemerintahan keturunan Dalem Sri Aji Kresna Kepakisan, trah Majapahit di Bali.
Bali saat itu di bawah pemerintahan Dalem Waturenggong, yang mampu mengangkat posisi para seniman-seniman di masyarakat dan memasyarakatkan karya-karya seni mendunia.(*)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.