"Dari KP3 Bandara nanti melibatkan sekitar 82 personel, yang merupakan personel secara keseluruhan dari kami untuk mengamankan kawasan bandara bagi para pemudik yang menggunakan jalur udara," ujar Kapolsek KP3 Bandara Ngurah Rai AKP Bonney Wahyu Wicaksono kepada ANTARA, Sabtu.
AKP Bonney menerangkan bahwa selain melibatkan seluruh jajaran personelnya dalam pengamanan para pemudik di bandara, KP3 Bandara juga dibantu oleh Polrestabes Denpasar dan Polda Bali.
"Tentunya kami tetap diback-up oleh Polresta dan Polda Bali," katanya menjelaskan.
Persiapan pengamanan yang dilakukan oleh kepolisian, khususnya KP3 Bandara Ngurah Rai juga sudah dikoordinasikan sebelumnya, yakni dengan manajemen Angkasa Pura I Ngurah Rai, TNI AU, serta unsur-unsur gabungan, seperti Karantina Kesehatan Bandara Ngurah Rai.
"Koordinasi dengan berbagai pihak juga sudah kami dilakukan. Dan kini kami sudah mulai persiapannya untuk menempatkan personel di beberapa titik di kawasan bandara," ujarnya.
Dijelaskannya, pelaksanaan pengamanan tersebut nantinya akan dilakukan pada H-7 hingga H+7 arus mudik Lebaran melalui Bandara Ngurah Rai sebagai pintu masuk dan keluar Bali jalur udara.
Selain itu, katanya, di Bandara Ngurah Rai juga akan dibuatkan sebuah posko terpadu yang bertujuan untuk membantu para pemudik mendapatkan informasi serta pelayanan gratis, seperti pelayanan kesehatan, informasi Lebaran, dan pengamanan dari petugas kepolisian.
"Hanya akan dibuatkan satu posko terpadu saja, dan diutamakan di terminal keberangkatan domestik," katanya.
Ia melanjutkan bahwa hal itu dilakukan karena kebanyakan yang melakukan mudik Lebaran adalah orang-orang lokal yang perginya hanya masih di dalam negeri.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.