Ini artinya Bali yang pernah dinyatakan "pulau neraka" tidak dipercayai masyarakat internasional, terbukti kedatangan turis asing bertambah terus, kata Pengamat pariwisata daerah ini, Wayan Sudana, di Denpasar, Senin.
Data Dinas Pariwisata Bali menyebutkan bahwa turis yang datang langsung ke Bali selama enam bulan I-2011 tercatat 1.303.609 orang bertambah jika dibandingkan dengan periode sama 2010 yang hanya 1.180.118 orang.
Bali memang sering diterpa isu negatif yang bisa kemungkinan menyebabkan terpuruknya sektor perpelancongannya, namun masyarakat internasional tanpaknya tetap percaya bahwa Bali mampu memberikan kelebihan dari negara lainnya.
Hal itu dapat dibuktikan bahwa pemberitaan media massa internasional yang pernah memberitakan Bali secara negatif, tetap saja turis asing datang berlibur ke Pulau Dewata, yang setiap bulannya rata-rata 217 ribuan.
Kemacetan lalu lintas di kawasan wisata Kuta, ternyata tidak terlalu merisaukan wisatawan asing maupun pelancong dalam negeri terbukti masih tetap ramai turis yang datang ke kawasan Kuta yang memiliki pantai berpasir putih.
Pelancong dari negara di kawasan ASEAN seperti turis asal Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura yang berlibur ke Bali bertambah banyak dari tercatat 20.630 orang Januari menjadi 28.819 orang Mei dan Juni mencapai 36.917 orang.
Turis AS yang datang langsung ke Bali selama Januari misalnya hanya 9.885 orang bertambah menjadi 10.407 orang bulan berikutnya, April naik lagi menjadi 12,479 sehingga enam bulan pertama 2011 menjadi 66.790 orang.
Begitu pula wisatawan mancanegara asal Eropa semakin ramai berlibur di Bali karena bisa menyaksikan aneka ragam kegiatan seni budaya masyarakat yang dilakukan secara spontan dan tidak ada duanya di dunia.
Sesuai catatan kedatangan turis asing dari negara kawasan Eropa juga mengalami peningkatan yang segnifikan selama Januari-Juni 2011 tercatat 285.672 orang, atau memiliki peranan 22,47 persen dari seluruh turis ke Bali.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.