"Kami harap bentrok di Bangli tidak merembet ke daerah Karangasem, berkelahi dengan saudara sendiri tak ada gunanya," kata Ni Made Sumiati, salah seorang anggota Komisi I DPRD Provinsi Bali ketika menghadiri prosesi ngaben massal di Lapangan Tinon, Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu.
Ia mengaku, ngaben massal secara gotong-royong merupakan cermin untuk menjalin rasa persatuan dan kesatuan, disamping untuk memperkecil konflik di tengah-tengah masyarakat.
"Mudah-mudahan kegiatan adat secara gotong-royong ini terus terjalin untuk mewujudkan Bali yang aman dan damai," jelasnya dihadapan ribuan krama Desa yang kebetulan sedang bergotong-royong di wilayah itu.
Selain itu, kata Sumiati, apapun persoalan yang ada di desa adat hendaknya diselesaikan di desa itu sendiri, bukannya sampai ke tempat yang lain.
"Tak ada gading yang tak retak, itu kata pepatah, untuk itu setiap ada persoalan hendaknya diselesaikan di lingkungan adat tersebut," katanya.
Selain Ni Made Sumiati, pada saat yang bersamaan juga berkunjung Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Doktor Drs I Gusti Ngurah Sudiana.
Pada kesempatan itu Sudiana juga mengaku, sangat antusias dengan program ngaben massal yang dilakukan oleh warga Desa Adat Pesaban.
Hal ini, menurut dia, sebagai cermin rasa gotong -royong yang tinggi masyarakat Desa Pesaban.
"Kami sangat dukung program seperti ini untuk menciptakan suasana kekeluargaan antara warga, " katanya.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.